Dari Fotokopi ke Printer Laser: Sejarah Xerografi dan Kelahiran Printer Modern

Ketika mencetak dokumen, kita biasanya hanya melihat kertas masuk dan halaman bertulisan keluar. Di dalam printer laser, berlangsung kerja sama antara cahaya, muatan listrik, drum peka cahaya, dan serbuk toner.

Prinsip tersebut memiliki akar panjang dalam teknologi fotokopi. Perkembangannya mempertemukan penemuan xerografi, penelitian laser, pengolahan data komputer, dan perangkat lunak tata letak halaman.

Sejarah ini membantu menjawab pertanyaan penting: mengapa printer laser dan mesin fotokopi memiliki begitu banyak kesamaan, meskipun sumber dokumennya bisa berbeda?

1. Chester Carlson dan kebutuhan menggandakan dokumen

Chester Carlson bekerja di bidang paten dan menghadapi persoalan praktis: memperoleh salinan dokumen secara cepat, rapi, dan terjangkau.

Bersama Otto Kornei, ia menghasilkan gambar elektrofotografi pada 22 Oktober 1938 di Astoria, New York. Percobaan itu menggunakan pelat seng berlapis belerang. Tulisan tanggal dan lokasi percobaan menjadi gambar serbuk yang kemudian dipindahkan ke kertas berlapis lilin.

Selenium belum menjadi bahan percobaan tersebut. Pemanfaatannya berkembang kemudian melalui penelitian Battelle. Urutan ini dijelaskan dalam arsip resmi Xerox, The Story of Xerography.

2. Battelle, Haloid, dan lahirnya nama xerografi

Penemuan Carlson belum langsung menjadi mesin yang mudah digunakan. Pada 1944, Battelle Memorial Institute mulai mengembangkan prosesnya. Penelitian Battelle menemukan selenium sebagai fotokonduktor yang lebih efektif daripada belerang yang sebelumnya digunakan Carlson.

Pada 1947, perusahaan kertas fotografi Haloid memperoleh lisensi untuk mengembangkan mesin berdasarkan teknologi tersebut.

Istilah panjang electrophotography kemudian mendapat nama baru: xerography, dari kata Yunani yang berarti tulisan kering. Haloid mendemonstrasikan proses itu kepada publik pada 1948. Nama Xerox kemudian digunakan pada produk perusahaan. Perjalanan ini tercatat dalam arsip sejarah Xerox.

3. Xerox 914 membuat fotokopi lebih praktis

Tonggak berikutnya adalah Xerox 914, yang diperkenalkan pada 1959. Mesin ini membantu mengubah xerografi dari proses yang rumit menjadi kegiatan kantor yang lebih sederhana: meletakkan dokumen, menekan tombol, dan memperoleh salinan.

The Henry Ford menjelaskan bahwa Xerox 914 merupakan mesin fotokopi kantor otomatis pertama yang menggunakan kertas biasa. Pendahulunya, Model A, masih membutuhkan banyak langkah manual. Perbedaan kemudahan penggunaan tersebut menjadi bagian penting dalam keberhasilan 914. Sumber: The Henry Ford.

Perubahan ini penting karena teknologi kantor tidak cukup hanya menghasilkan gambar. Perangkat juga harus dapat dioperasikan berulang kali dalam pekerjaan sehari-hari. Xerox 914 memperlihatkan bagaimana sebuah prinsip ilmiah dapat berkembang menjadi sistem yang berguna bagi pengguna.

4. Prinsip xerografi yang diwarisi printer laser

Pada printer laser, pembentukan gambar menggunakan proses elektrofotografi. Secara sederhana, tahapannya dapat dipahami sebagai berikut:

  1. Charging: permukaan fotoreseptor disiapkan dengan muatan listrik.
  2. Exposure: cahaya mengubah kondisi muatan pada area tertentu sehingga terbentuk pola gambar laten.
  3. Developing: toner membentuk gambar berdasarkan pola dan medan listrik pada sistem.
  4. Transfer: gambar toner dipindahkan menuju kertas.
  5. Fusing: panas dan tekanan membantu melekatkan toner pada kertas.
  6. Cleaning: sisa toner dibersihkan untuk mempersiapkan siklus berikutnya.

Susunan komponen dan jalur transfer dapat berbeda antarmesin. Karena itu, diagram suatu model tidak otomatis menggambarkan seluruh printer laser.

Perbedaan penting dengan fotokopi analog terletak pada pembentukan pola cahaya. Fotokopi analog memanfaatkan pantulan cahaya dari dokumen, sedangkan printer laser mengendalikan penyinaran berdasarkan data. Prinsip fotoreseptor dan toner tetap menghubungkan keduanya. Sumber: penjelasan xerografi Xerox dan teknologi printer laser Canon.

Pembahasan komponennya tersedia dalam panduan cara kerja printer laser Gasinko.

5. Gary Starkweather mempertemukan laser dengan data komputer

Gary Starkweather melihat peluang untuk menggunakan laser sebagai pembentuk pola pada drum fotokopi. Dokumen kertas tidak harus menjadi sumber gambar: komputer dapat mengendalikan cahaya untuk menentukan bagian yang akan dicetak.

Computer History Museum menelusuri gagasan tersebut ke 1967, kemudian pengembangannya di Xerox PARC setelah Starkweather pindah pada 1971. Sumber: linimasa Computer History Museum.

Museum tersebut juga mencatat prototipe SLOT, atau Scanning Laser Output Terminal, pada 1971. Starkweather membuatnya dengan memodifikasi mesin fotokopi kantor Xerox. Sumber: koleksi SLOT.

Perubahan ini mendasar. Mesin tidak lagi terbatas menggandakan tampilan dokumen yang diletakkan di atas kaca. Ia dapat menghasilkan halaman baru dari informasi elektronik. Teknologi fotokopi menjadi fondasi bagi perangkat keluaran komputer.

6. Dari laboratorium menuju pencetakan produksi

Perkembangan printer laser komersial melibatkan lebih dari satu perusahaan. Museum komputer Information Processing Society of Japan mencatat pengumuman IBM 3800 pada 1975, dalam perkembangan printer non-impact berkecepatan tinggi. Sumber: IPSJ Computer Museum.

Xerox kemudian meluncurkan 9700 pada 1977. Dalam catatan resminya, Xerox menyebut 9700 sebagai printer laser komersial pertama perusahaan tersebut. Kemampuannya mencakup pencetakan kertas lembaran, duplex otomatis, grafis, dan kecepatan hingga 120 halaman per menit pada resolusi standar 300 dpi. Sumber: Xerox Newsroom.

Pada tahap ini, printer laser masih erat dengan pusat data dan pekerjaan produksi dokumen. Karena itu, tanggal prototipe, pengumuman produk, dan ketersediaan komersial perlu dibedakan ketika membahas sejarahnya.

7. Canon dan HP membawa laser mendekati meja kerja

Agar printer laser menjangkau lebih banyak kantor, ukuran, biaya, dan integrasinya dengan komputer perlu berkembang.

Canon mencatat peluncuran LBP-10 pada 1979, menggunakan laser semikonduktor. Produk tersebut menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan teknologi laser Canon. Sumber: sejarah resmi Canon.

Pada 1984, HP memperkenalkan LaserJet. Arsip HP menjelaskan bahwa printer tersebut merupakan printer laser desktop pertama HP dan bekerja pada kecepatan delapan halaman per menit. Sumber: HP Virtual Museum.

Kerja sama antarpabrikan turut berperan. Majalah internal HP, Measure, mencatat bahwa LaserJet pertama menggunakan teknologi dan komponen Canon. Sumber: arsip Measure, November–Desember 1993.

Perjalanan ini memperlihatkan bahwa nama pada bagian luar printer tidak selalu menceritakan seluruh asal teknologinya. Mesin pencetak, pengendali, perangkat lunak, dan rancangan produk dapat berkembang melalui kerja sama beberapa pihak.

8. PostScript dan revolusi desktop publishing

Pencetakan modern membutuhkan cara untuk menjelaskan isi halaman kepada perangkat. Di sinilah PostScript, yang dirilis Adobe pada 1984, menjadi penting.

PostScript adalah bahasa pemrograman sekaligus bahasa deskripsi halaman. Teks dan grafis dapat dijelaskan sebagai instruksi, kemudian diterjemahkan perangkat menjadi hasil cetak. Perannya berbeda dari resolusi: PostScript bukan satuan ketajaman seperti dpi. Sumber: Computer History Museum, PostScript: A Digital Printing Press.

Pada 1985, pertemuan Macintosh, Apple LaserWriter, PostScript, dan perangkat lunak Aldus PageMaker membantu mendorong perkembangan desktop publishing. Pengguna dapat menyusun teks dan gambar pada komputer pribadi, lalu menghasilkan halaman melalui printer laser. Sumber: linimasa CHM tahun 1985.

Dengan demikian, perubahan besar tidak hanya terjadi pada mekanisme mesin. Kemampuan menyusun, mengirim, dan menerjemahkan halaman juga ikut menentukan manfaat printer.

Penjelasan lanjut tersedia dalam artikel PostScript, PCL, dan RIP Gasinko.

Linimasa singkat

TahunTonggak perkembangan
1938Carlson dan Kornei menghasilkan gambar elektrofotografi di Astoria.
1944Battelle mulai mengembangkan penemuan Carlson.
1947Haloid memperoleh lisensi pengembangan.
1959Xerox 914 diperkenalkan.
1971Prototipe SLOT tercatat dalam koleksi CHM.
1975IBM mengumumkan 3800.
1977Xerox meluncurkan 9700.
1979Canon memperkenalkan LBP-10.
1984HP LaserJet diperkenalkan; Adobe merilis PostScript.
1985LaserWriter dan PageMaker menjadi bagian perkembangan desktop publishing.

Tahun pada tabel mengikuti peristiwa yang disebutkan, bukan selalu tahun pengiriman pertama.

Warisan xerografi di kantor sekarang

Hubungan fotokopi dan printer laser terlihat dari pembagian tugasnya. Pada perangkat multifungsi digital, scanner membaca dokumen menjadi data. Bagian pencetak kemudian membentuk halaman keluaran.

Digital menjelaskan cara informasi diproses. Xerografi menjelaskan prinsip pembentukan gambar dengan fotoreseptor, muatan listrik, dan toner. Keduanya dapat bekerja dalam satu perangkat.

Memahami sejarah ini membantu kita membaca teknologi masa kini tanpa hanya mengandalkan nama fungsi pada tombol. Untuk melihat prosesnya secara visual, tonton video Gasinko: Cara Kerja Printer Laser, lalu lanjutkan ke pilar Sejarah Printer untuk menelusuri jalur teknologi lainnya.

Tonton cara kerja printer laser

Durasi 4 menit 4 detik · Narasi menggunakan suara AI. Diagram disederhanakan untuk menjelaskan prinsip.

Penulis: Jun Supriyanto. Diperbarui 15 Oktober 2026. Rujukan produsen dan museum ditautkan pada bagian terkait. Baca Kebijakan Editorial.

Leave a Comment