Sejarah printer Canon memperlihatkan dua jalur penting teknologi cetak: laser dengan toner dan inkjet dengan tinta cair. Sebelum printer menjadi perangkat yang akrab di meja kerja, Canon sudah mengembangkan mesin bisnis dan fotokopi. Dari fondasi itu, perusahaan membangun teknologi pencetakan sekaligus memasok produk untuk merek lain.
Perjalanan ini membantu menjelaskan mengapa sejarah printer tidak cukup dibaca dari logo di bagian depan mesin. Ada hubungan antara penelitian, teknologi cetak, produksi perangkat, dan perusahaan yang memasarkannya.
Dari mesin fotokopi ke pengembangan printer laser
Menurut linimasa resmi Canon periode 1962–1975, perusahaan memasuki bidang mesin fotokopi melalui Canofax 1000 pada 1965. Pada 1968, Canon memperkenalkan NP System, teknologi elektrofotografinya, dan masuk ke pasar mesin fotokopi kertas biasa. NP-1100 kemudian diperkenalkan pada 1970.
Arsip yang sama mencatat keberhasilan pengembangan printer laser pada 1975. Catatan pengembangan ini perlu dibedakan dari peluncuran model komersial tertentu. Dalam membaca sejarah teknologi, eksperimen, keberhasilan pengembangan, dan penjualan produk merupakan tahap yang berbeda.
Hubungan fotokopi dan laser dapat ditelusuri melalui fondasi elektrofotografi. Pembahasan tentang asal-usul xerography tersedia dalam sejarah Xerox; kisah Canon menunjukkan bagaimana produsen lain kemudian mengembangkan jalurnya sendiri.
1984: LBP-8/CX dan hubungan dengan HP
Arsip Canon periode 1976–1987 mencatat dua peristiwa pada 1984: peluncuran printer laser LBP-8/CX dan dimulainya pasokan printer laser secara OEM kepada Hewlett-Packard di Amerika Serikat.
OEM merujuk pada hubungan produksi untuk perusahaan lain. Dalam konteks sejarah ini, Canon berperan sebagai pemasok, sementara HP mengembangkan bisnis printernya dengan mereknya sendiri. Informasi tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan dua merek dapat saling berhubungan, tanpa menjadikan seluruh produk keduanya sama.
Untuk melihat sisi HP pada periode tersebut, baca perjalanan LaserJet, ThinkJet, dan DeskJet. Tahun 1984 menjadi titik pertemuan yang menarik antara perkembangan teknologi dan perluasan penggunaan printer desktop.
Bubble Jet: panas untuk menggerakkan tinta
Canon juga menempuh jalur inkjet. Dalam sejarah kekayaan intelektual bidang pencetakan, Canon mengisahkan penelitian pada pertengahan 1970-an yang melibatkan tinta di dalam jarum suntik. Kontak dengan solder panas membuat tetesan tinta keluar dan mendorong eksperimen lanjutan.
Kisah tersebut merupakan penjelasan Canon tentang asal pengembangan Bubble Jet. Prinsip yang dijelaskan adalah penggunaan panas dari elemen pemanas untuk mengeluarkan tetesan tinta. Ini merupakan jalur thermal inkjet, berbeda dari penggerak piezoelektrik yang akan dibahas dalam seri teknologi inkjet Gasinko.
Canon mengajukan paten dasar Bubble Jet pada Oktober 1977. Produk pertamanya yang memakai teknologi tersebut, BJ-80, diluncurkan pada Desember 1985. Karena itu, 1977 merupakan penanda paten teknologi, sedangkan 1985 merupakan penanda peluncuran BJ-80.

Dari BJ-80 menuju pengembangan kepala cetak
Siaran pers Canon tahun 2015 mencatat BJ-10v pada 1990, model berukuran seperti notebook yang menggabungkan tangki tinta dan kepala cetak dalam cartridge ringkas. Selanjutnya, BJC-600J hadir pada 1994 dan BJ F850 pada 1999.
BJ F850 merupakan printer pertama Canon yang mengadopsi FINE, singkatan dari Full-photolithography Inkjet Nozzle Engineering. Dalam kisah ini, perkembangan inkjet bukan hanya perubahan bentuk printer, tetapi juga pengembangan bagian yang membentuk dan mengeluarkan tetesan tinta.
Apa yang dapat dipelajari dari sejarah Canon?
Canon memperlihatkan bagaimana teknologi fotokopi, laser, dan inkjet dapat berkembang dalam satu perusahaan. Hubungan OEM dengan HP juga menunjukkan pentingnya melihat sumber teknologi dan hubungan produksi ketika membaca sejarah suatu merek.
Bagi pembaca hari ini, sejarah tersebut menjadi bekal untuk membedakan teknologi cetak dari nama seri produk. Penjelasan cara kerja, fungsi, dan biaya suatu model tetap perlu mengikuti dokumentasi modelnya masing-masing.
Penulis: Jun Supriyanto. Diperbarui 14 Oktober 2026. Artikel disusun dari arsip resmi Canon yang ditautkan pada bagian terkait. Baca Kebijakan Editorial Gasinko.
Lanjutkan penelusuran melalui panduan sejarah printer Gasinko.