Sejarah Xerox: Dari Xerography ke Printer Laser dan Cetak Digital

Sejarah Xerox memperlihatkan bagaimana satu gagasan menggandakan dokumen berkembang menjadi teknologi pencetakan dari komputer. Jejaknya dapat ditelusuri melalui eksperimen Chester Carlson, mesin fotokopi Xerox 914, printer laser Xerox 9700, dan sistem penerbitan digital DocuTech.

Artikel ini berfokus pada tonggak teknologi cetak. Tujuannya membantu pembaca memahami perubahan pekerjaan yang dimungkinkan setiap generasi mesin, bukan merangkum seluruh perjalanan bisnis Xerox.

Chester Carlson mendemonstrasikan mesin fotokopi awal
Chester Carlson dalam foto arsip yang ditampilkan Xerox. Kredit: Xerox. Sumber foto resmi.

1938: eksperimen Chester Carlson

Pada 22 Oktober 1938, Chester Carlson menghasilkan gambar xerographic pertama. Prosesnya menggunakan sifat listrik dan bahan peka cahaya untuk membentuk gambar. Xerox mencatat bahwa perjalanan dari eksperimen tersebut menuju mesin kantor yang praktis masih membutuhkan sekitar dua dekade.

Gagasan itu kemudian dikembangkan bersama pihak lain dan mendapatkan dukungan komersial dari The Haloid Company. Perusahaan tersebut menjadi Xerox Corporation pada 1961. Peran penemu dan perusahaan perlu dibedakan: Carlson melahirkan proses dasarnya, sementara pengembangan menuju produk membutuhkan penelitian, investasi, dan rekayasa lanjutan. Sumber: Xerox — Inventor of Xerography.

1959: Xerox 914 membawa fotokopi ke kantor

Xerox 914 diperkenalkan pada 1959. Perangkat ini menjadi tonggak penting dalam penggunaan mesin fotokopi kantor otomatis dengan kertas biasa. Pengguna dapat menghasilkan salinan melalui pengoperasian yang lebih praktis dibanding berbagai proses penggandaan sebelumnya. Sumber: American Physical Society — Invention of Xerography.

Makna perubahan ini mudah dibayangkan dari pekerjaan kantor: dokumen yang sudah ada di atas kertas menjadi sumber untuk menghasilkan salinan tambahan. Pusat prosesnya adalah penggandaan dokumen fisik. Dalam rangkaian Gasinko, tahap ini menjadi pintu masuk untuk memahami mesin fotokopi analog.

Apa yang dimaksud dengan xerography?

Xerography membentuk gambar menggunakan pola muatan listrik pada permukaan peka cahaya. Toner mengikuti pola tersebut, lalu gambar dipindahkan dan dilekatkan ke kertas. Pada mesin analog, gambar dipaparkan melalui pantulan cahaya dokumen. Pada perangkat digital berbasis laser atau LED, pemaparan dikendalikan oleh data. Sumber: Xerox — Chester Carlson and Xerography.

Dengan demikian, peralihan ke digital bisa berlangsung sambil mempertahankan prinsip xerographic pada bagian cetaknya. Perubahan besar terjadi pada jalur informasi menuju pembentukan gambar.

1977: Xerox 9700 menghubungkan data dengan hasil cetak

Gary Starkweather mengembangkan gagasan printer laser ketika bekerja di Xerox, kemudian melanjutkan pengembangannya di Palo Alto Research Center, atau PARC. Xerox meluncurkan 9700 pada 1977 sebagai printer laser komersial pertama perusahaan tersebut. Sumber: Xerox — 40 tahun Xerox 9700.

Perbedaannya mendasar: gambar yang akan dicetak dapat berasal dari data komputer. Mesin tidak lagi selalu membutuhkan dokumen kertas sebagai bahan awal. Laser yang dikendalikan informasi gambar menjadi bagian dari jalur menuju keluaran fisik.

Untuk pembaca, tonggak ini membantu menjelaskan hubungan mesin fotokopi dan printer laser. Keduanya dapat berbagi prinsip pembentukan gambar, tetapi menerima dan mengolah sumber dokumen melalui jalur yang berbeda.

Gary Starkweather, pengembang teknologi printer laser Xerox
Gary Starkweather, pengembang teknologi printer laser. Kredit: Xerox. Sumber foto resmi.
Printer laser Xerox 9700 dari 1977
Xerox 9700 dalam foto arsip resmi. Kredit: Xerox. Sumber foto resmi.

1990: DocuTech dan pencetakan sesuai kebutuhan

Pada 2 Oktober 1990, Xerox mengumumkan DocuTech 135 Production Publisher. Sistem ini menggabungkan pemindaian, pengolahan gambar, dan pencetakan laser untuk pekerjaan penerbitan. Dalam penjelasan retrospektifnya, Xerox menempatkan DocuTech sebagai tonggak perkembangan print on demand. Sumber: Xerox — 25 tahun DocuTech.

Dalam konteks ini, kebutuhan pengguna meluas dari membuat salinan menuju menyiapkan dan memproduksi dokumen. Gagasan mencetak sesuai kebutuhan mengarahkan perhatian pada kapan dokumen diperlukan, berapa jumlahnya, dan bagaimana proses produksinya disusun.

TahunTonggakPerubahan yang dibahas
1938Eksperimen CarlsonDasar proses xerographic
1959Xerox 914Fotokopi kantor otomatis dengan kertas biasa
1977Xerox 9700Printer laser komersial Xerox
1990DocuTech 135Alur penerbitan dan print on demand

Fuji Xerox lahir di Jepang sebelum jejak bisnis di Indonesia

Fuji Xerox dibentuk pada 1962 sebagai perusahaan patungan Fuji Photo Film dan Rank Xerox. Jadi, pembentukannya berlangsung di Jepang, lebih dahulu daripada awal bisnis yang dicatat Astragraphia di Indonesia. Nama Fuji Xerox mencerminkan hubungan kedua pihak dalam perusahaan patungan tersebut. Sumber: sejarah resmi Fujifilm.

1971–1976: jalur bisnis Xerox dan Fuji Xerox di Indonesia

Menurut tonggak sejarah Astragraphia, bisnisnya bermula pada 1971 sebagai divisi Xerox di PT Astra International. Pada 31 Oktober 1975, divisi tersebut menjadi badan hukum terpisah dengan nama PT Astra Xerox.

Pada 22 April 1976, perusahaan menjadi distributor eksklusif Fuji Xerox Co., Ltd. Jepang untuk pemasaran, penyewaan, dan layanan purnajual produk Fuji Xerox di Indonesia. Sumber: Astragraphia — Tonggak Sejarah.

Tahun 1971 di sini menunjukkan awal bisnis yang dicatat Astragraphia. Sumber tersebut tidak cukup untuk memastikan kapan unit Xerox pertama kali diimpor atau digunakan di Indonesia. Karena itu, artikel ini memakai istilah “jejak bisnis melalui Astra”, bukan menetapkan tahun kedatangan perangkat pertama.

2019–2021: dari Fuji Xerox menjadi FUJIFILM Business Innovation

Pada 8 November 2019, Xerox mengumumkan penyelesaian penjualan kepemilikan 25 persennya di Fuji Xerox. Setelah transaksi tersebut, Fuji Xerox menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki grup Fujifilm. Sumber: pengumuman penyelesaian transaksi Xerox dan sejarah Fujifilm.

Perjanjian teknologi dengan Xerox berakhir pada 31 Maret 2021. Sehari kemudian, 1 April 2021, Fuji Xerox berubah nama menjadi FUJIFILM Business Innovation Corp. Perubahan kepemilikan dan perubahan nama merupakan dua peristiwa dengan waktu berbeda. Sumber: profil perusahaan FUJIFILM Business Innovation 2021 dan riwayat perjanjian teknologi.

Astragraphia mencatat bahwa saat perubahan nama prinsipal pada 2021, perusahaan tetap dipercaya sebagai distributor eksklusif di Indonesia. Dengan demikian, pergantian merek berlangsung dalam kelanjutan jalur distribusi yang sudah dibangun. Sumber: Astragraphia.

Istilah “berpisah” perlu dibaca dalam konteks kepemilikan dan berakhirnya perjanjian teknologi tersebut. Itu tidak berarti Xerox berubah menjadi Fujifilm. Pengumuman transaksi 2019 juga menyebut adanya perpanjangan perjanjian pemasokan produk; karena itu, berakhirnya perusahaan patungan tidak boleh disamakan dengan terputusnya semua hubungan bisnis.

Mengapa sejarah ini masih relevan?

Melihat urutannya membantu kita membaca printer sebagai sebuah sistem: ada sumber dokumen, pengolahan gambar, mekanisme pencetakan, dan kebutuhan pekerjaan. Setiap tonggak menambahkan kemampuan pada perjalanan tersebut.

Xerox menjadi salah satu jalur penting untuk memahami evolusi teknologi cetak. Seri Masa Lampau Gasinko juga akan menelusuri perjalanan merek lain agar pembaca memperoleh konteks yang lebih luas.

Penulis: Jun Supriyanto. Artikel disusun dari sumber sejarah dan dokumentasi yang ditautkan pada bagian terkait.

Jelajahi perjalanan teknologi lainnya melalui panduan sejarah printer Gasinko.