Canon BJ-10v: Printer Bubble Jet Ringkas dari 1990

Printer tidak harus selalu berupa kotak besar di sudut kantor. Canon BJ-10v memperlihatkan arah lain pada awal 1990-an: inkjet berukuran ringkas untuk mencetak dokumen, dengan bentuk yang oleh Canon disebut seukuran notebook.

Untuk memahami tempatnya dalam sejarah, kita perlu melihat bukan hanya ukuran mesin, tetapi juga rancangan cartridge dan cara tinta dikeluarkan. BJ-10v menjadi contoh bagaimana teknologi Bubble Jet diterapkan pada perangkat pribadi yang lebih kecil.

Canon BJ-10v, printer Bubble Jet ringkas dari arsip sejarah resmi Canon
Canon BJ-10v. Foto: arsip sejarah Canon, 1988–1995.

BJ-10v hadir pada 1990

Arsip sejarah Canon menempatkan BJ-10v pada 1990. Halaman spesifikasi Canon Jepang memberikan tanggal lebih rinci: 25 Oktober 1990, serta akhir penjualan pada paruh pertama 1993. Tanggal ini merujuk BJ-10v di pasar Jepang.

Nama BJ-10 juga muncul pada model dan dokumen lain. Akhiran seperti v, e, ex, atau sx perlu diperhatikan saat mencari spesifikasi, karena pembahasan satu varian tidak otomatis berlaku bagi semuanya.

Mesin tipis dengan resolusi 360 dpi

Spesifikasi BJ-10v mencantumkan ukuran 310 × 216,5 × 47,5 mm dan berat badan mesin 1,8 kg. Kepala cetaknya memiliki 64 nozzle dalam satu baris, dengan resolusi 360 × 360 dpi. Cartridge hitam yang digunakan adalah BC-01.

BagianBJ-10v menurut Canon Jepang
Metode cetakSerial Bubble Jet, non-impact
Resolusi360 × 360 dpi
Kepala cetak64 nozzle dalam satu baris
Berat mesin1,8 kg
SambunganParalel sesuai Centronics

Dokumentasinya juga mencantumkan A4 serta pemasukan kertas manual; pengumpan otomatis merupakan opsi. Baterai tersedia dalam daftar aksesori, sehingga tidak boleh dianggap perlengkapan standar. Rujukan: spesifikasi dan aksesori BJ-10v.

Cartridge menyatukan tinta dan kepala cetak

Dalam pengumuman ulang tahun Bubble Jet pada 2015, Canon menyebut BJ-10v menggunakan cartridge kecil yang menyatukan printhead dan cartridge tinta. Rancangan ini menarik karena bagian yang mengeluarkan tetesan berada dalam unit yang dapat diganti.

Cartridge semacam itu berbeda dari tangki tinta yang hanya menjadi wadah suplai. Memahami perbedaannya membantu pembaca mengenali bahwa kata cartridge tidak selalu menunjuk susunan komponen yang sama. Rujukan: pengumuman resmi Canon mengenai perjalanan Bubble Jet.

Bagaimana Bubble Jet bekerja?

Bubble Jet termasuk pendekatan thermal inkjet. Pemanas kecil menghasilkan gelembung uap di dalam ruang tinta, dan perubahan tekanan mendorong tetesan keluar melalui nozzle. Sistem ini membentuk gambar tanpa pin yang memukul pita tinta.

Siklus sederhana Bubble Jet

Pulsa panas → Gelembung uap → Tetesan keluar → Ruang terisi kembali

Diagram Gasinko untuk menjelaskan prinsip thermal inkjet; bukan penampang khusus BJ-10v.

Canon menjelaskan bahwa tinta untuk metode ini perlu memenuhi persyaratan seperti kestabilan terhadap panas dan pembentukan tetesan. Tinta menjadi bagian dari sistem kerja, bukan sekadar cairan pewarna yang ditempatkan dalam wadah. Rujukan: penjelasan teknologi inkjet Canon.

Manfaatnya berbeda dari dot matrix

Bentuk tipis membuka pilihan penempatan dan penyimpanan perangkat. Sementara itu, metode non-impact mempunyai alur kerja berbeda dari dot matrix yang dapat memukul formulir rangkap. Untuk beberapa salinan dokumen, inkjet mencetak lembar secara terpisah; kebutuhan formulir rangkap dalam sekali proses perlu teknologi yang sesuai.

Perbandingan ini menunjukkan mengapa printer baru tidak selalu menggantikan setiap penggunaan printer lama. Ukuran, jenis dokumen, dan cara menghasilkan salinan menjadi pertimbangan yang berbeda.

Jejak menuju inkjet pribadi

BJ-10v memberi contoh konkret tentang miniaturisasi printer dan penggabungan komponen di dalam cartridge. Ia layak dibaca sebagai perangkat sejarah dengan rancangan khas pada zamannya.

Lanjutkan ke sejarah printer Canon, cara kerja inkjet thermal dan piezo, atau OKI Microline dan formulir rangkap.

Pembaruan: 14 Oktober 2026. Rujukan model menggunakan dokumentasi Canon Jepang.