Sejarah printer Epson berawal dari keterampilan membuat perangkat presisi, kemudian berkembang menjadi pencetakan digital dan inkjet. EP-101, Micro Piezo, dan printer tangki tinta menunjukkan tiga perubahan: ukuran perangkat, cara mengeluarkan tinta, dan cara pengguna memasok tinta ke printer.
Indonesia juga memiliki tempat dalam perjalanan ini. Peluncuran L100 dan L200 pada 2010 menjadi bagian penting sejarah printer tangki tinta Epson, yang kemudian berkembang dalam keluarga EcoTank.
1968: EP-101 dan asal nama Epson
Menurut arsip resmi EP-101, perangkat ini diluncurkan pada September 1968. Pengembangannya memanfaatkan pengalaman membuat printing timer untuk pertandingan olahraga serta teknologi presisi dari pembuatan jam.
EP-101 ditujukan untuk kebutuhan seperti kalkulator elektronik dan perangkat pengukuran. Spesifikasinya mencatat pencetakan baris dengan pita hitam-merah dan kertas selebar 89 mm. Dengan demikian, istilah digital dalam sejarah EP-101 tidak berarti printer inkjet atau laser A4 seperti yang akrab digunakan sekarang.

Merek Epson diluncurkan pada 1975. Arsip perusahaan menjelaskan nama tersebut sebagai harapan untuk menghasilkan penerus atau “sons” dari EP-101. Sejarah merek ini menghubungkan printer mini dengan ambisi mengembangkan perangkat informasi berikutnya.
1993: Micro Piezo hadir pada Stylus 800
Epson Stylus 800, dikenal sebagai MJ-500 di Jepang, mulai dijual pada Maret 1993. Epson mencatatnya sebagai printer inkjet pertama yang dilengkapi teknologi Micro Piezo dengan aktuator berlapis.
Model ini mendukung kertas A4 dan memiliki resolusi 360 dpi. Pengembangan yang digunakan di Stylus 800 kemudian menjadi dasar bagi Epson Stylus Color pada tahun berikutnya.
Perbedaan pentingnya berada pada kepala cetak: Micro Piezo tidak memanaskan tinta untuk mengeluarkan tetesan. Hal ini memberi Epson ruang lebih luas dalam merumuskan tinta. Prinsip tersebut berbeda dari jalur thermal inkjet, seperti Bubble Jet yang dibahas dalam sejarah printer Canon.
Angka resolusi dan kemampuan model lama merupakan catatan sejarah. Kualitas cetak model sekarang tetap perlu dibaca dari teknologi, tinta, media, serta dokumentasi perangkatnya sendiri.
2010: L100 dan L200 diluncurkan di Indonesia
Arsip L100 dan L200 mencatat peluncuran pada Oktober 2010: L100 sebagai printer fungsi tunggal, sedangkan L200 merupakan perangkat multifungsi. Keduanya menggunakan tangki tinta berkapasitas besar yang dapat diisi ulang pengguna.
Dalam kisah pengembangannya, Epson menjelaskan bahwa biaya cetak menjadi pertimbangan penting di Indonesia. Perusahaan melihat penggunaan modifikasi tangki eksternal pada printer cartridge dan merancang produk dengan sistem tangki bawaan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Penjelasan mengenai masalah modifikasi pada arsip itu merupakan sudut pandang Epson sebagai produsen. Kita tidak perlu menganggapnya sebagai bukti bahwa semua sistem modifikasi atau seluruh tinta pihak ketiga memiliki hasil yang sama.
Sejarah lingkungan Epson juga menegaskan bahwa printer tangki tinta berkapasitas tinggi pertamanya diluncurkan di Indonesia pada Oktober 2010. Jadi, Indonesia merupakan bagian dari awal perjalanan produk ini, bukan hanya pasar yang menerima perkembangan belakangan.
Dari tangki tinta menuju EcoTank
Kisah merek EcoTank menelusuri perkembangan keluarga produknya sejak model awal pada 2010. Untuk membaca sejarahnya dengan tepat, kita dapat menyebut L100 dan L200 sebagai tonggak sistem tangki tinta Epson, lalu mengikuti perkembangan keluarga EcoTank berikutnya.
Micro Piezo menjelaskan cara kepala cetak mengeluarkan tinta, sedangkan tangki tinta menjelaskan penyimpanan dan pasokannya. Keduanya merupakan bagian berbeda dalam satu printer. Sistem tangki bawaan juga perlu dibedakan dari CISS tambahan yang dipasang sebagai modifikasi.
Apa manfaat memahami perjalanan ini?
Kisah Epson memperlihatkan bahwa perkembangan printer tidak hanya mengejar hasil gambar. Bentuk perangkat, teknologi kepala cetak, dan biaya pemakaian turut membentuk arah produk. Cerita Indonesia membantu menghubungkan sejarah teknologi dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.
Artikel berikutnya akan mengurai cara kerja inkjet dan biaya cetak. Penilaian biaya harus mengikuti model, harga tinta, pola penggunaan, dan metode pengujian hasil cetak, sehingga tidak berhenti pada klaim murah dari nama produk.
Penulis: Jun Supriyanto. Diperbarui 14 Oktober 2026. Rujukan resmi Epson ditautkan pada bagian terkait. Baca Kebijakan Editorial Gasinko dan panduan sejarah printer.
Video resmi: Micro Piezo
Animasi Epson memperlihatkan mekanisme pengeluaran tetesan tinta. Video berbahasa Inggris, sekitar 1 menit 30 detik.
Sumber: situs resmi Epson. Video produsen melengkapi penjelasan artikel.