Risograf: Cara Kerja Digital Duplicator dan Bedanya dengan Fotokopi

Risograf, yang sering dipakai sebagai sebutan mesin RISOGRAPH, merupakan digital duplicator berbasis stensil. Mesin ini menggabungkan pengolahan gambar digital dengan master yang dilubangi untuk menyalurkan tinta ke kertas.

RISOGRAPH merupakan merek RISO Kagaku, sedangkan digital duplicator menunjuk jenis perangkatnya. Memahami perbedaan ini membantu kita melihat teknologinya, bukan hanya nama yang tertulis di bodi mesin.

Digital duplicator RISO ME 9350 dari situs resmi RISO
RISO ME 9350 sebagai contoh digital duplicator. Foto: RISO.

Cara kerja: master, drum, tinta, dan kertas

RISO menjelaskan bahwa gambar diubah menjadi lubang-lubang kecil pada master. Master dipasang mengelilingi drum cetak; tinta melewati lubang tersebut dan membentuk gambar pada kertas yang melewati unit cetak.

Otomatisasi mencakup pembuatan, pemasangan, dan pelepasan master, suplai tinta, serta pengumpanan dan pengeluaran kertas. Sistem digital menyederhanakan langkah yang pada pencetakan stensil terdahulu banyak dilakukan secara manual. Rujukan: teknologi digital duplicating RISO.

Alur sederhana

Gambar dokumen → Master berlubang → Master pada drum → Tinta menembus master → Salinan tercetak

Diagram Gasinko berdasarkan prinsip stensil.

Video resmi: proses pencetakan RISOGRAPH

Video ditautkan dari halaman resmi digital duplicator RISO.

Mengapa cocok untuk banyak salinan yang sama?

Master yang sudah dibuat digunakan kembali untuk salinan dari gambar yang sama. Karena ada tahap persiapan master, jumlah salinan menjadi bagian penting dalam menghitung biaya pekerjaan.

Contoh matematika sederhana: jika biaya persiapan diasumsikan Rp10.000, pembagiannya adalah Rp1.000 per salinan pada 10 salinan, atau Rp100 per salinan pada 100 salinan. Ini hanya simulasi pembagian biaya persiapan, belum memasukkan tinta, kertas, tenaga, penyusutan, dan perawatan.

Karena itu, tidak ada satu batas jumlah salinan yang pasti membuat duplicator lebih murah untuk semua pengguna. Perbandingan perlu memakai biaya aktual, jumlah gambar yang berbeda, serta hasil yang dibutuhkan.

Bedanya dengan fotokopi dan inkjet

TeknologiBagian pembentukan gambarPertanyaan penggunaan
Digital duplicator stensilMaster berlubang dan tinta pada drumBerapa salinan dari tiap gambar?
Fotokopi elektrofotografiGambar pada fotokonduktor, transfer toner, dan fusingDokumen apa yang disalin?
InkjetTetesan tinta dari nozzleData, tinta, dan media apa yang digunakan?

Kemiripan adanya pemindai pada beberapa perangkat tidak berarti proses cetaknya sama. Untuk penjelasan lanjutan, baca elektrofotografi dan inkjet.

Warna dan jumlah drum mengikuti model

RISO menawarkan perangkat satu warna dan perangkat dua warna dalam sekali lintasan. Kecepatan dan resolusi juga berbeda menurut model. Jadi, kemampuan satu mesin tidak dapat dipindahkan ke seluruh keluarga RISOGRAPH. Rujukan: lini digital duplicator RISO.

RISOGRAPH berbeda dari ComColor

RISO menjelaskan ComColor sebagai printer inkjet warna berkecepatan tinggi. Dengan demikian, nama RISO pada dua mesin tidak menunjukkan proses cetak yang sama: digital duplicator memakai master stensil, sedangkan ComColor memakai inkjet. Rujukan: teknologi tinta RISO.

Digital duplicator memberi jalur lain dalam memahami printer: satu master dapat menghubungkan pengolahan digital dengan penggandaan fisik berulang. Kembali ke pilar Teknologi Printer untuk membandingkan proses, fitur, dan biaya.

Pembaruan: 14 Oktober 2026. Berdasarkan dokumentasi resmi RISO.